Mengatasi Kondisi: Cara Melihat Volatilitas
Daftar Isi

Volatilitas pasar memiliki reputasi buruk. Grafik dengan lonjakan besar dan pergerakan harga yang tajam sering dianggap tidak dapat diprediksi, tidak dapat diandalkan, dan memicu kepanikan. Memang, semua trader menahan napas ketika harga tiba-tiba berubah arah tanpa peringatan. Namun, volatilitas adalah hal yang alami dalam trading. Pasar tidak dapat diprediksi, bahkan yang bergerak lambat sekalipun. Dan meskipun volatilitas memang lebih berisiko bagi trader, volatilitas juga menciptakan peluang.
Saat angin bertiup, yang membedakan para trader adalah bagaimana mereka bereaksi dan beradaptasi dengan kondisi.
EC Markets x Liverpool FC: Taklukkan Kondisi Pasar
Trader – seperti pesepak bola – dapat beradaptasi dengan volatilitas. Lihat saja bagaimana ScouseGK menahan penalti bahkan ketika para pemain Liverpool FC menciptakan kondisi volatil dengan mesin angin.
Apa Itu Volatilitas?
Volatilitas berarti perubahan.
Ini mengacu pada seberapa besar harga suatu aset berubah dalam periode tertentu – naik atau turun.
Volatilitas memberi tahu Anda seberapa cepat pasar bergerak, dan dengan demikian, seberapa drastis nilai trading Anda kemungkinan akan berubah jika Anda melakukan order.
- Volatilitas rendah: Perubahan stabil, bertahap
- Volatilitas tinggi: Lonjakan harga besar dan cepat
Semua aset – termasuk pasangan mata uang, komoditas, saham, dan indeks pasar – dapat mengalami volatilitas.
Namun demikian, beberapa aset dikenal lebih volatil dibanding yang lain.
Cryptocurrency, misalnya, terkenal dengan lonjakan harga yang tajam dan cepat, begitu juga komoditas seperti minyak, gas alam, dan perak.
Beberapa pasar yang biasanya stabil juga dapat menjadi sangat volatil secara tak terduga akibat peristiwa ekonomi dan geopolitik.
Namun demikian, pasar apa pun bisa menjadi volatil tanpa peringatan. Kinerja masa lalu bukanlah indikator kinerja di masa depan.
Cara Membaca Volatilitas
Anda dapat melihat volatilitas pada grafik dengan memperhatikan seberapa besar harga bergerak naik dan turun. Semakin besar dan sering pergerakan tersebut, semakin tinggi volatilitasnya.
Volatilitas dapat memberi banyak informasi tentang bagaimana para trader, pemerintah, dan bank berpikir. Pada dasarnya, ini adalah ukuran kepercayaan di pasar.
Volatilitas sering meningkat selama periode ketidakpastian, ketakutan, atau perubahan ekspektasi pasar yang cepat.
Namun demikian, apa yang dianggap volatil juga tergantung pada sudut pandang Anda.
Grafik yang terlihat liar pada timeframe 5 menit bisa tampak tenang pada tampilan harian, dan sebaliknya. Volatilitas tidak pernah hitam putih. Bahkan tren jangka panjang pun bisa berbalik tanpa peringatan.
Apa Penyebab Volatilitas?
Volatilitas biasanya dipicu oleh peristiwa yang mengubah ekspektasi pasar. Penyebab paling umum meliputi:
- Data ekonomi: Angka inflasi, laporan pendapatan dan ketenagakerjaan, data PDB, dan keputusan suku bunga bank sentral semuanya dapat menggerakkan pasar secara tajam.
- Peristiwa geopolitik: Perang, pemilu, dan perselisihan dagang adalah pemicu umum volatilitas pasar.
- Peristiwa industri: Perubahan regulasi, gangguan rantai pasok, dan merger atau akuisisi besar dapat mengguncang seluruh sektor.
- Sentimen pasar: Panic selling, pembelian berlebihan, dan pembalikan pasar dapat menggerakkan harga jauh melampaui nilai fundamental aset.
- Likuiditas: Di pasar yang tipis atau di luar jam perdagangan, bahkan order kecil pun bisa menyebabkan pergerakan harga besar.
Cara Mengukur Volatilitas
Trader menggunakan beberapa alat untuk mengukur dan memantau volatilitas:
- Average True Range (ATR): Mengukur seberapa besar rata-rata pergerakan suatu aset dalam sejumlah periode tertentu. ATR yang naik menandakan volatilitas meningkat; ATR yang turun menunjukkan pasar mulai tenang.
- Bollinger Bands: Alat analisis teknikal populer. Garis band melebar saat volatilitas tinggi dan menyempit saat volatilitas rendah. Ketika band melebar, pasar aktif; saat menyempit, sering kali menandakan potensi breakout.
- Volatility Index (VIX): Sering disebut “indeks ketakutan”, VIX mengukur volatilitas yang diharapkan pada S&P 500 selama 30 hari ke depan. Meski berbasis S&P, trader sering menggunakan VIX sebagai ukuran ketakutan dan ketidakpastian pasar secara umum.
- Historical Volatility: Bersifat retrospektif. Mengukur seberapa besar harga aset bergerak di masa lalu. Trader menggunakannya sebagai acuan untuk memahami seberapa aktif suatu pasar biasanya.
- Implied Volatility: Bersifat prospektif. Mengukur seberapa besar pergerakan yang diharapkan trader dari suatu aset di masa depan. Ketika implied volatility tinggi, trader memperkirakan akan ada pergerakan harga yang besar.
Alat-alat ini dapat berguna untuk mendapatkan gambaran ke mana arah pasar, namun ingat: kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Cara Trading di Volatilitas
Volatilitas bukanlah sesuatu yang ‘baik’ atau ‘buruk’. Semuanya tergantung pada gaya trading dan toleransi risiko Anda.
Trader jangka pendek, misalnya, sering menyambut volatilitas karena menciptakan lebih banyak peluang trading – meskipun risikonya juga meningkat secara signifikan.
Kondisi ini bisa menjadi masalah bagi trader jangka panjang, yang mungkin tidak ingin terlalu sering memantau nilai order mereka.
Hal yang sama berlaku untuk semua trading, namun kondisi volatil membutuhkan mental yang kuat dan perencanaan yang ketat.
Berikut yang bisa Anda lakukan:
- Tetap tenang: Volatilitas dapat memicu pengambilan keputusan emosional. Usahakan untuk menghindari entry atau exit impulsif yang didorong oleh rasa takut atau serakah.
- Cek rencana Anda: Penting untuk menentukan toleransi risiko sebelum trading. Seberapa besar volatilitas yang siap Anda terima?
- Sesuaikan ukuran posisi: Saat pergerakan harga lebih besar, risiko per trading otomatis lebih tinggi. Mengurangi ukuran posisi menjaga eksposur Anda tetap terkendali.
- Gunakan stop-loss order: Di pasar yang bergerak cepat, stop-loss yang jelas melindungi Anda dari posisi yang bergerak terlalu jauh dari batas risiko yang Anda inginkan.
- Pilih dengan selektif: Tidak setiap momen volatil layak untuk ditradingkan. Identifikasi setup yang jelas daripada bereaksi pada setiap pergerakan.
Mengapa Volatilitas Bisa Menjadi Teman Anda
Tanpa pergerakan harga, potensi keuntungan jangka pendek sangat terbatas. Bagi kebanyakan trader, tingkat volatilitas tertentu diperlukan untuk menemukan peluang di pasar.
Lebih banyak pergerakan = lebih banyak peluang.
Volatilitas dapat menghasilkan potensi keuntungan yang lebih besar di setiap trading.
Ini karena volatilitas dapat menciptakan:
- Mispricing: Ketika pasar bereaksi berlebihan terhadap berita, trader yang jeli dapat mengidentifikasi saat harga bergerak terlalu jauh, terlalu cepat, dan memposisikan diri dengan tepat.
- Kondisi trending: Saat tren jelas muncul dari pasar yang volatil, trader yang masuk lebih awal dapat mengikuti gelombangnya.
- Breakout pasar: Saat harga menembus level kunci, dapat tercipta peluang bergerak cepat bagi trader yang sudah siap.
Selain soal profit, volatilitas juga memberi banyak informasi tentang bagaimana trader berpikir dan bereaksi terhadap peristiwa tertentu.
Seperti pelaut di laut, terkadang Anda perlu tahu dari mana arah angin bertiup.
Mengapa Volatilitas Bisa Menjadi Lawan Anda
Volatilitas bisa sama merusaknya seperti halnya menguntungkan.
Lebih banyak pergerakan = lebih banyak risiko.
Volatilitas dapat membuat biaya trading menjadi jauh lebih mahal.
Ini karena volatilitas dapat menyebabkan:
- Spread melebar: Market maker dapat memperlebar spread mereka selama periode ketidakpastian, sehingga biaya membuka dan menutup posisi menjadi lebih mahal.
- Slippage: Saat harga bergerak cepat, order sering tereksekusi di level yang berbeda dari yang diinginkan.
- Trading emosional: Dengan banyak variabel yang terjadi, stres dan panik dapat membuat trader menutup posisi terlalu cepat, menambah posisi rugi, atau mengabaikan rencana trading mereka.
Saat trading dengan leverage, volatilitas tinggi dapat dengan cepat memperbesar kerugian jika leverage digunakan.
Jadi waspadalah: Kondisi berangin juga bisa menjadi pertanda badai akan datang.
Siap Taklukkan Kondisi Pasar?
Volatilitas mendapat reputasi buruk bukan tanpa alasan. Volatilitas memang berisiko, dan trader harus sadar bahwa mereka tidak pernah benar-benar bisa memprediksi ke mana arah pasar.
Trader yang sukses di kondisi volatil adalah mereka yang datang dengan persiapan.
Mereka tahu seberapa besar volatilitas yang siap mereka terima dan bagaimana menyesuaikan pendekatan saat angin mulai bertiup.
Taklukkan kondisi pasar. Jangan biarkan kondisi pasar menaklukkan Anda.