Selama bertahun-tahun, investor cenderung menganggap obligasi sebagai latar belakang dan saham sebagai sorotan utama. Kini, anggapan itu semakin sulit dipertahankan. Di AS, imbal hasil Treasury 10-tahun berada di 0,52% pada 4 Agustus 2020, naik menjadi 4,26% pada 17 April 2026, dan sempat melewati 5% pada Oktober 2023. Biaya acuan uang telah berubah secara signifikan, dan kini investor memantau imbal hasil pemerintah hampir sama saksamanya dengan memantau indeks saham.
Pasar keuangan tidak hanya digerakkan oleh data ekonomi. Pasar juga terus-menerus memperhitungkan ketidakpastian. Di sinilah konsep premi risiko global berperan. Secara sederhana, ini adalah imbal hasil tambahan yang diharapkan investor sebagai kompensasi atas pengambilan risiko dalam dunia yang tidak pasti. Ketika ketidakpastian meningkat, imbal hasil yang diminta juga meningkat, dan dampaknya sering terasa secara bersamaan di pasar saham, obligasi, mata uang, dan komoditas.
Suku bunga nominal sering mendominasi berita utama keuangan. Investor kerap mendengar tentang suku bunga kebijakan bank sentral atau imbal hasil obligasi pemerintah seperti Treasury AS tenor 10 tahun. Namun, di pasar keuangan, suku bunga riil sering kali lebih penting.
Suku bunga nominal sering mendominasi berita utama keuangan. Investor sering mendengar tentang tingkat suku bunga kebijakan bank sentral atau imbal hasil obligasi pemerintah seperti Treasury AS tenor 10 tahun. Namun, dalam pasar keuangan, sering kali suku bunga riil yang lebih penting.
Utang pemerintah telah menjadi salah satu indikator makroekonomi yang paling diperhatikan di pasar global. Setelah Krisis Keuangan Global, pandemi, dan periode belanja fiskal yang tinggi, banyak ekonomi kini menanggung tingkat utang publik yang jauh lebih besar dibandingkan satu dekade lalu.