Pasar Memperkirakan Peluang 70,6% The Fed Menahan Suku Bunga Menjelang Keputusan Kebijakan
Investor berfokus pada keputusan kebijakan Federal Reserve hari ini, dengan kontrak berjangka suku bunga menunjukkan probabilitas 70,6% bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Pasar masih memberikan probabilitas 29,4% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin, menyoroti bahwa masih ada ketidakpastian meskipun ekspektasi lebih condong pada jeda.
Meski keputusan suku bunga itu sendiri diperkirakan akan menarik perhatian besar, investor kemungkinan akan lebih mencermati pernyataan yang menyertai dari Federal Reserve dan konferensi pers Ketua Kevin Warsh. Pasar akan mencari panduan terbaru mengenai apakah para pembuat kebijakan percaya inflasi terus bergerak ke arah yang benar dan apa artinya bagi pertemuan bulan September. Alhasil, nada komunikasi Federal Reserve bisa jadi lebih berpengaruh daripada keputusan suku bunga itu sendiri.
CME FedWatch Tool, yang dikembangkan oleh CME Group, adalah salah satu indikator yang paling banyak diikuti menjelang pertemuan Federal Reserve. Alih-alih mengandalkan prediksi ekonom, alat ini menggunakan harga dari kontrak Federal Funds Futures untuk menghitung probabilitas implisit keputusan suku bunga di masa depan berdasarkan harga pasar secara real-time. Karena mencerminkan ekspektasi investor yang mempertaruhkan uang mereka, alat ini banyak digunakan oleh trader, analis, dan media keuangan untuk mengukur bagaimana pasar memperkirakan langkah Federal Reserve selanjutnya.
Pasar Harga Probabilitas Lebih Tinggi untuk Jeda The Fed

Sumber: CME Group FedWatch Tool. Data per 29 Juli 2026.
Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan probabilitas 70,6% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan hari ini, sementara pasar masih memberikan peluang 29,4% untuk kenaikan 25 basis poin. Investor diperkirakan akan fokus pada pernyataan kebijakan yang menyertai dan panduan dari Ketua Kevin Warsh untuk pertemuan bulan September.
Ekspektasi pasar ini didukung oleh data ekonomi terbaru. Pembacaan inflasi yang lebih lemah telah mengurangi tekanan langsung untuk kenaikan suku bunga berikutnya. Namun, inflasi masih berada di atas target jangka panjang Federal Reserve sebesar 2%, sementara harga energi dan perkembangan geopolitik terus menghadirkan risiko kenaikan. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan diperkirakan akan tetap berhati-hati, menyeimbangkan kemajuan inflasi dengan tanda-tanda ketahanan di seluruh perekonomian yang lebih luas.
Pelemahan terbaru di sebagian sektor teknologi menambah lapisan ketidakpastian terhadap prospek ke depan. Meskipun kinerja ekuitas bukan tujuan langsung kebijakan moneter, kondisi yang lebih lemah di salah satu sektor paling berpengaruh di pasar dapat berkontribusi pada pengetatan kondisi keuangan secara keseluruhan. Investor pun akan mencermati apakah Federal Reserve mengakui adanya tanda-tanda bahwa momentum pasar yang melambat mulai membebani aktivitas ekonomi.
Ke depan, pasar akan terus memantau data inflasi, ketenagakerjaan, dan belanja konsumen, serta komentar-komentar berikutnya dari pejabat Federal Reserve. Meski keputusan hari ini diperkirakan akan mempertahankan kebijakan, investor akan mencermati dengan seksama setiap indikasi bagaimana Federal Reserve memandang keseimbangan risiko menjelang bulan September.
Untuk saat ini, investor tampak nyaman dengan prospek suku bunga yang tetap tidak berubah. Namun, setiap indikasi bahwa Federal Reserve menjadi lebih atau kurang yakin terhadap inflasi yang kembali ke target 2% dapat dengan cepat mengubah ekspektasi untuk pertemuan bulan September dan memicu volatilitas baru di pasar mata uang, obligasi, dan saham.