Emas turun di bawah $4.300 ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu karena kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September. Meski ketegangan geopolitik meningkat di Timur Tengah, imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat terus membebani harga emas.
Dolar AS diperdagangkan mendekati level terendah tiga bulan karena pasar bersiap menghadapi dua ujian penting terhadap prospek Federal Reserve: data inflasi PCE Juli dan pidato Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Rilis PCE akan memberikan gambaran terbaru apakah tekanan harga di AS terus mereda, sementara pernyataan Warsh akan dicermati untuk petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Inflasi AS kembali menjadi pusat pembicaraan pasar hari ini, dengan para investor menantikan laporan terbaru Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk petunjuk mengenai apa yang mungkin dilakukan Federal Reserve pada bulan September. Ekonom memperkirakan inflasi utama akan sedikit melandai menjadi 3,4% secara tahunan pada Juli, dari 3,5% di Juni, sementara CPI inti, yang tidak memasukkan makanan dan energi, diperkirakan melambat menjadi 2,5%. Secara bulanan, harga utama diperkirakan naik 0,1%, dengan harga inti meningkat 0,2%.
Investor menantikan rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM AS hari ini, salah satu indikator aktivitas ekonomi yang paling banyak diperhatikan. Ekonom memperkirakan indeks ini akan berada di angka 54,0, level yang menandakan ekspansi berkelanjutan di sektor jasa. Setiap angka di atas 50 menunjukkan aktivitas bisnis yang tumbuh, sementara angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Mengingat sektor jasa menyumbang sekitar 70% dari perekonomian AS, laporan ini dianggap sebagai salah satu indikator bulanan paling jelas mengenai momentum ekonomi yang mendasarinya.
Investor berfokus pada keputusan kebijakan Federal Reserve hari ini, dengan kontrak berjangka suku bunga menunjukkan probabilitas 70,6% bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Pasar masih memberikan probabilitas 29,4% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin, menyoroti bahwa masih ada ketidakpastian meskipun ekspektasi lebih condong pada jeda.