Pasar sering berbalik setelah reli yang kuat atau aksi jual tajam. Harga bergerak kuat ke satu arah, kepercayaan meningkat, dan tepat ketika pergerakan terlihat paling jelas, arah justru berbalik. Perilaku ini sering berakar pada kelelahan pasar. Setelah pergerakan yang berlangsung lama, tekanan beli atau jual yang mendorong tren mulai melemah, membuat harga lebih sensitif terhadap perubahan likuiditas dan sentimen. Penelitian akademis tentang pembalikan imbal hasil jangka pendek menemukan bahwa pergerakan yang tidak didukung oleh katalis fundamental yang jelas sangat rentan untuk mengalami retracement ketika kondisi berubah.
Pasar dapat naik karena berbagai alasan, tetapi tidak semua pergerakan naik itu sama. Terkadang harga naik karena kondisi fundamental memang benar-benar membaik. Di lain waktu, kenaikan lebih didorong oleh antusiasme, perilaku kerumunan, atau ekspektasi yang tidak realistis. Mengenali perbedaan antara tren nyata dan gelembung ekonomi dapat membantu trader memahami perilaku pasar dengan lebih jelas.
Pasar keuangan bergerak karena suatu alasan, dan sering kali alasan tersebut sudah dijadwalkan dalam kalender ekonomi. Keputusan suku bunga, pembaruan inflasi, data ketenagakerjaan, dan rilis pertumbuhan termasuk di antara katalis volatilitas terkuat di pasar forex, indeks, komoditas, dan kripto. Kalender ekonomi mengumpulkan peristiwa-peristiwa ini dalam satu tempat, memberikan trader keuntungan berupa persiapan alih-alih kejutan. Memahami cara menafsirkan alat ini merupakan bagian penting dari trading dengan niat dan kejelasan.