beranda > Berita Perusahaan > Di Balik Layar Hold or Trade: Dari Jalanan Liverpool ke AXA Training Centre di Kirkby

Di Balik Layar Hold or Trade: Dari Jalanan Liverpool ke AXA Training Centre di Kirkby

Mar 19, 2026 11:50 AM

Beberapa keputusan terjadi dalam hitungan detik.

Seorang penyerang memutuskan apakah akan menembak atau mengoper, seorang bek maju untuk mengintersep, atau penjaga gawang memilih untuk tetap di posisi atau keluar menyerang bola. Dalam trading, tekanan bisa terasa sangat mirip. Pasar bergerak cepat, peluang muncul dan menghilang, dan keputusan yang tepat pada waktu yang tepat dapat menentukan hasilnya.
Pola pikir yang sama inilah yang menginspirasi Hold or Trade, kampanye yang dibuat melalui kolaborasi antara EC Markets dan Liverpool FC. Namun jauh sebelum kampanye ini muncul dalam video, media sosial, dan konten edukasi, cerita ini dimulai di Liverpool dengan satu hari penuh proses pengambilan gambar yang menghidupkan konsep tersebut.

Ide di Balik Hold or Trade

Pada intinya, kampanye ini mengeksplorasi satu pertanyaan sederhana namun kuat:

Apakah Anda akan Hold… atau Trade?

Pemain sepak bola elit dan trader mungkin beroperasi di arena yang sangat berbeda, tetapi keduanya mengandalkan insting, kesadaran, timing, dan disiplin pada saat yang paling penting.

Untuk menangkap pola pikir ini, kampanye memperkenalkan sebuah tantangan yang berfokus pada legenda sepak bola, dengan meminta para pemain Liverpool FC untuk menentukan ikon icon[1] mana yang akan mereka Hold dan mana yang akan mereka Trade.

Selama proses pengambilan gambar, beberapa pemain ikut serta dalam tantangan ini, termasuk:

  • Hugo Ekitike, memilih antara Thierry Henry dan Samuel Eto’o
  • Ryan Gravenberch, mempertimbangkan Clarence Seedorf atau Zinedine Zidane
  • Virgil van Dijk, memutuskan antara Giorgio Chiellini dan Jaap Stam

Seiring berkembangnya kampanye, bahkan ada pergantian pemain di akhir yang tepat. Penjaga gawang Alisson Becker kemudian bergabung dalam tantangan Hold or Trade dalam segmen khusus, menghadapi dilema antara legenda Brasil Taffarel dan Júlio César.

Arah kreatif berfokus pada keaslian, menangkap kepribadian alami para pemain daripada respons yang dibuat-buat. Tujuannya bukan untuk membuatnya terasa seperti iklan, tetapi untuk menciptakan momen yang asli, spontan, dan menghibur.

Dan seperti yang sering terjadi dalam proses syuting, beberapa momen paling menarik justru terjadi di antara pengambilan gambar.



Membawa Tantangan ke Penggemar Liverpool

Saat para pemain menghadapi keputusan Hold or Trade mereka di depan kamera, kampanye ini juga membawa tantangan tersebut langsung kepada para penggemar sepak bola di Liverpool.

Bekerja sama dengan presenter lokal Errol (errol0151), para pejalan kaki diajak untuk ikut serta dalam versi nyata dari permainan ini.

Di hadapan mereka terdapat tiga kotak misteri, dan mereka harus membuat pilihan:

Menahan kotak yang dimiliki… atau menukarnya dengan yang lain.

Isi di dalamnya bisa apa saja. Beberapa kotak berisi kejutan sederhana seperti kaus kaki atau merchandise, sementara yang lain berisi tiket pertandingan dan hadiah eksklusif.

Namun satu kotak berisi hadiah paling berkesan dari kampanye ini: kunjungan ke AXA Training Centre di Kirkby untuk bertemu langsung dengan Van Dijk, Ekitike, dan Gravenberch.

Saat kotak pemenang dibuka, momen tersebut menjadi semakin spesial. Penggemar yang menemukan hadiah tersebut kebetulan sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-40 pada hari itu, mengubah tantangan spontan menjadi pengalaman ulang tahun yang tak terlupakan — perjalanan ke pusat latihan Liverpool dan kesempatan bertemu para pemain di balik kampanye ini.

Sebuah contoh sempurna dari konsep Hold or Trade dalam praktik: terkadang keputusan berani memberikan hasil.


Momen di Balik Kamera

Meskipun video akhir kampanye menampilkan keputusan cepat dan jawaban yang percaya diri, hari pengambilan gambar dipenuhi dengan momen yang tidak pernah terlihat di layar.

Di antara pengambilan gambar, para pemain mendiskusikan pilihan mereka, tertawa atas perbandingan legenda, dan berbagi cerita tentang pemain yang membentuk perjalanan karier mereka.

Percakapan yang spontan ini membantu membentuk nuansa kampanye, menjadikan Hold or Trade terasa lebih seperti percakapan alami tentang pengambilan keputusan dalam sepak bola daripada sekadar iklan.

Dari Hari Syuting ke Kampanye Global

Setelah pengambilan gambar selesai di Liverpool, rekaman dikembalikan ke tim pemasaran EC Markets, di mana konsep Hold or Trade dikembangkan menjadi kampanye yang lebih luas.

Bagi EC Markets, ambisi di balik Hold or Trade bukan sekadar menempatkan logo di samping salah satu klub sepak bola paling terkenal di dunia. Dalam lanskap di mana sponsor olahraga ada di mana-mana, tantangan sebenarnya adalah mengubah kemitraan menjadi sesuatu yang benar-benar ingin diikuti oleh orang-orang. Dengan membangun konsep berdasarkan diskusi, insting, dan partisipasi penggemar, kampanye ini bertujuan melampaui sekadar visibilitas dan menciptakan cerita yang dapat diikuti oleh para penggemar.

Apa yang dimulai sebagai satu ide kreatif berkembang menjadi proyek berlapis yang mencakup video pemain, konten edukasi, momen media sosial, dan pengalaman interaktif — semuanya berpusat pada pertanyaan yang sama.

Karena baik di lapangan maupun di pasar, momen itu pada akhirnya akan datang.

Sebuah keputusan harus diambil.

Apakah Anda akan Hold… atau Trade?

Jangan Hanya Membaca
Pasar. Transaksikan!

Mulai

Perdagangan berisiko. Bertindaklah dengan bijak