Beranda > Berita Pasar > Emas Tertekan Saat Permintaan Dolar Meningkat di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Emas Tertekan Saat Permintaan Dolar Meningkat di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Mar 23, 2026 4:26 PM

Penurunan harga emas baru-baru ini menyoroti perubahan perilaku pasar. Meskipun ketegangan geopolitik meningkat, investor beralih dari aset safe haven tradisional menuju likuiditas, dengan permintaan dolar AS dan kenaikan imbal hasil yang mendorong pergerakan harga jangka pendek.

Emas Turun Saat Pasar Memprioritaskan Likuiditas

Harga emas turun tajam pada hari Senin, karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu pergeseran menuju likuiditas dolar AS, bukan permintaan safe haven tradisional.

Dalam pergerakan yang kontra-intuitif, emas berada di bawah tekanan karena investor memprioritaskan kas dan posisi jangka pendek di tengah volatilitas yang tinggi.

Harga emas spot turun lebih dari 2% ke sekitar $4.395 per ons, menandai level terendah sejak awal Februari. Penurunan ini mengikuti kerugian mingguan hampir 10%, salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun terjadi aksi jual baru-baru ini, emas masih tetap jauh lebih tinggi secara tahunan, setelah mundur dari puncak tahun 2026 di sekitar $5.608.

Permintaan Likuiditas Mendorong Aksi Jual

Sebagian tekanan berasal dari kerugian yang meluas di pasar global.

Penurunan tajam pada saham Asia, khususnya Nikkei dan KOSPI, memaksa investor untuk meningkatkan likuiditas guna memenuhi margin call.

Emas sering menjadi salah satu aset pertama yang dijual dalam kondisi ini karena likuiditasnya yang tinggi dan kemudahan eksekusi, yang dapat menekan harga lebih rendah bahkan selama periode ketidakpastian geopolitik.

Hal ini menyoroti dinamika pasar yang penting:

“Dalam masa tekanan, permintaan likuiditas dapat melampaui aliran ke aset safe haven.”

Penguatan Dolar AS Menambah Tekanan

Dolar AS menguat seiring investor beralih ke aset berdenominasi dolar untuk mencari keamanan.

Dolar yang lebih kuat biasanya menekan emas karena:

  • Membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain
  • Mengurangi permintaan global
  • Memperkuat aliran modal ke aset AS

Emas vs Indeks Dolar AS (DXY): Pergeseran Likuiditas Sedang Terjadi

Sumber: TradingView. Kinerja masa lalu bukan indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan. Data per 23 Maret 2026.

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga

Minyak menambahkan lapisan lain pada gambaran makro. Harga minyak mentah yang bertahan di atas kisaran $107-$110 meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap tinggi.

Hal ini mendorong pasar untuk menilai ulang ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS, dengan meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Bagi emas, hal ini menciptakan tekanan tambahan:

  • Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil
  • Kenaikan imbal hasil mengurangi daya tarik relatif emas

Prospek Teknis: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif teknis, emas mendekati level penting yang dapat menentukan pergerakan berikutnya:

  • Support $4.300: Penembusan di bawah level ini akan menandakan tekanan penurunan berlanjut.
  • Target berikutnya $4.000: Level psikologis penting di mana volatilitas dapat meningkat.
  • Resistance $4.600: Perlu ditembus kembali untuk menstabilkan harga.
  • Resistance utama $5.000: Penembusan di atas level ini akan menandakan perubahan sentimen yang lebih luas.

Artinya:

Di bawah $4.300 menjaga fokus pada penurunan, sementara pergerakan di atas $4.600 menunjukkan tekanan jual mulai mereda.

Prospek Pasar

Pasar saat ini memprioritaskan:

  • Likuiditas dan pelestarian kas
  • Kekuatan dolar AS
  • Manajemen risiko jangka pendek

Artinya:

Emas mungkin tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek, dengan pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh kekuatan dolar dan imbal hasil daripada permintaan safe haven.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa emas turun meskipun ada ketegangan geopolitik?

Emas dijual karena investor memprioritaskan likuiditas dan eksposur terhadap dolar AS, mengungguli permintaan safe haven tradisional.

Bagaimana dolar AS yang lebih kuat mempengaruhi emas?

Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli global, mengurangi permintaan dan menekan harga.

Apa level kunci emas saat ini?

$4.300 adalah support utama, sementara $4.600 adalah level yang diperlukan untuk menstabilkan harga.

Bisakah emas pulih dalam jangka pendek?

Pemulihan kemungkinan memerlukan dolar yang lebih lemah, imbal hasil yang lebih rendah, atau perubahan dari kondisi pasar yang didorong oleh likuiditas.



Jangan Hanya Membaca
Pasar. Transaksikan!

Mulai

Perdagangan berisiko. Bertindaklah dengan bijak