EC Academy > Jenis Pasangan Mata Uang Forex dan Cara Membaca Harganya

Jenis Pasangan Mata Uang Forex dan Cara Membaca Harganya

Dalam trading forex, mata uang selalu diperdagangkan secara berpasangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dasar dari pasangan mata uang forex sebelum memulai trading. Secara umum, jenis pasangan mata uang forex dibagi menjadi pasangan mayor, minor, dan eksotis. Di antara ketiganya, pasangan mata uang mayor merupakan salah satu yang paling banyak diperdagangkan karena umumnya memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Selain memahami perbedaan dari setiap jenis pasangan mata uang, sangat penting bagi trader untuk mengetahui cara membaca harga forex, termasuk bid pice, ask price, dan spread forex sebagai salah satu komponen biaya transaksi.

Apa itu Pasangan Mata Uang Forex? 

Pasangan mata uang forex (atau forex pairs) adalah dua mata uang yang diperdagangkan satu sama lain dalam market forex. Beberapa contoh yang umum adalah EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY. Setiap pasangan terdiri dari dua bagian, yaitu base currency (mata uang dasar) dan quote currency (mata uang kuotasi). 

Sebagai contoh, apabila harga EUR/USD adalah 1,0850 dapat dilihat bahwa EUR merupakan mata uang dasar dan USD merupakan mata uang kuotasi. Dari nominal tersebut 1 euro bernilai 1,0850 dolar AS. Jika euro menguat terhadap dolar AS, atau jika dolar AS melemah terhadap euro, nilai EUR/USD dapat naik. Sebaliknya, jika dolar AS menguat terhadap euro, atau euro melemah terhadap dolar AS, nilai EUR/USD dapat turun. 

Dengan memahami hubungan antara kedua mata uang tersebut, trader dapat lebih mudah menginterpretasikan perubahan harga pada pasangan mata uang forex.

Contoh pasangan mata uang forex EUR/USD sebagai pasangan mata uang mayor, menunjukkan mata uang dasar dan mata uang kuotasi untuk memahami cara membaca harga forex.

Cara Membaca Harga Forex

Memahami cara membaca harga forex bukan hanya tentang mengetahui nilai suatu pasangan mata uang. Dalam trading, trader akan menemukan dua harga berbeda untuk satu pasangan, yaitu bid price dan ask price. Kedua harga tersebut digunakan ketika trader melakukan transaksi beli atau jual. 

Bid price adalah harga yang tersedia ketika trader menjual pasangan mata uang. Sementara itu, ask price adalah harga yang tersedia ketika trader membeli pasangan mata uang. Sebagai contoh: GBP/USD = 1,3050 / 1,3052, artinya:

  • Jika trader menjual GBP/USD, order akan dieksekusi pada bid price 1,3050 (bid).
  • Jika trader membeli GBP/USD, order akan dieksekusi pada ask price 1,3052 (ask).

Pemahaman tentang bid dan ask menjadi bagian penting dari cara membaca harga forex karena harga yang digunakan untuk membuka posisi beli dan jual tidak sama.

Apa Itu Spread Forex?

Spread forex adalah selisih antara bid price dan ask price pada suatu pasangan mata uang. Kalau menggunakan contoh sebelumnya dimana GBP/USD = 1,3050 / 1,3052, selisihnya adalah 0,0002 atau 2 pip. Dengan demikian, spread forex untuk pasangan tersebut adalah 2 pip. 

Besar spread forex tidak selalu sama. Spread dapat berubah tergantung kondisi likuiditas, aktivitas market, volatilitas, waktu trading, serta kondisi harga dan eksekusi broker. Karena itu, memahami spread sangat penting ketika trader mempertimbangkan biaya transaksi dan menyusun manajemen risiko.

Cara membaca harga forex pada pasangan mata uang GBP/USD dengan harga Bid dan Ask serta spread forex sebesar 2 pip sebagai selisih harga jual dan beli.

Jenis Pasangan Mata Uang dalam Forex

Secara umum, jenis pasangan mata uang dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori:

Pasangan Mata Uang Mayor

Pasangan mata uang mayor merupakan pasangan yang melibatkan dolar as (USD) dengan mata uang utama lainnya yang sering diperdagangkan, seperti EUR, JPY, GBP, CHF, CAD, AUD, atau NZD. 

Karena banyak diperdagangkan dalam volume besar di berbagai sesi market utama, pasangan mata uang mayor umumnya memiliki likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan pasangan minor dan eksotis. Likuiditas yang tinggi biasanya berkaitan dengan spread yang lebih rendah dan eksekusi yang lebih lancar, khususnya selama jam trading yang aktif. Karakteristik tersebut membuat pasangan mata uang mayor sangat cocok untuk diperdagangkan oleh trader pemula, karena biaya transaksi yang lebih rendah dan pergerakan harga yang lebih stabil dibandingkan market dengan likuiditas yang lebih rendah. 

Namun, bukan berarti pasangan mata uang mayor lebih mudah diprediksi. Pasangan ini hanya cenderung diperdagangkan dengan lebih efisien dibandingkan banyak pasangan mata uang minor dan eksotis, sehingga dapat menjadi titik awal yang baik bagi trader pemula. 

Pasangan Mata Uang Minor

Berbeda dengan pasangan mata uang mayor yang menggunakan USD sebagai mata uang dasar, pasangan mata uang minor umumnya merupakan pasangan mata uang utama yang tidak melibatkan dolar AS. Contohnya antara lain: EUR/GBP, EUR/CHF, NZD/JPY atau GBP/JPY. 

Dibandingkan pasangan mata uang mayor, pasangan minor umumnya memiliki likuiditas yang lebih rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan spread lebih lebar dengan pergerakan harga yang lebih tajam, khususnya saat aktivitas trading rendah atau saat terdapat rilis berita penting. Namun perlu diperhatikan juga bahwa karakter setiap pasangan minor juga berbeda. EUR/GBP misalnya dapat menunjukkan pola pergerakan yang berbeda dibandingkan GBP/JPY yang dapat mengalami perubahan harga yang cukup besar dalam satu sesi. 

Karena itu, trader sebaiknya tidak menganggap bahwa semua pasangan minor memiliki karakter yang sama. Volatilitas, spread forex, dan faktor fundamental yang mempengaruhi masing-masing pair tetap perlu dipertimbangkan secara terpisah. 

Pasangan Mata Uang Eksotis

Pasangan mata uang eksotis umumnya menggabungkan mata uang utama seperti dolar AS, dengan mata uang dari negara berkembang seperti Lira Turki (TRY), atau Rand Afrika Selatan (ZAR). Dibandingkan jenis lainnya, pasangan eksotis cenderung memiliki likuiditas yang lebih rendah dan volatilitas yang dapat lebih tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan spread forex yang lebih lebar serta meningkatkan kemungkinan terjadinya slippage. 

Karena karakteristik tersebut, pasangan eksotis umumnya memerlukan pemahaman yang lebih baik mengenai volatilitas, slippage, spread, dan biaya mempertahankan posisi.

Cara memilih jenis pasangan mata uang forex dengan contoh pasangan mata uang mayor EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY berdasarkan karakteristik likuiditas, volatilitas, dan suku bunga.

Cara Memilih Pasangan Mata Uang Forex

Tidak ada satu pasangan mata uang forex yang paling sesuai untuk semua trader. Semua bergantung pada strategi, toleransi risiko, biaya transaksi, dan waktu trading masing-masing trader. Ada beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan, pertama faktor yang bisa mempengaruhi adalah likuiditas. Likuiditas menunjukkan seberapa aktif suatu instrumen diperdagangkan dan seberapa mudah transaksi dapat dilakukan. Pasangan mata uang mayor umumnya memiliki likuiditas tinggi karena volume trading yang besar. Dalam kondisi market normal, hal ini dapat mendukung eksekusi yang lebih lancar dan spread yang relatif lebih rendah dibandingkan pair dengan likuiditas rendah. 

Kedua, volatilitas menunjukkan seberapa besar harga dapat bergerak dalam periode tertentu. Pair dengan volatilitas tinggi dapat mengalami perubahan harga yang lebih besar, tetapi hal tersebut juga berarti risiko pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi trader yang dapat meningkat. Spread forex juga perlu menjadi pertimbangan saat memilih pair. Spread yang lebih lebar meningkatkan biaya untuk membuka transaksi. Hal ini dapat menjadi semakin penting bagi strategi yang melakukan transaksi dalam frekuensi tinggi atau menargetkan pergerakan harga yang lebih kceil. Trader sebaiknya tidak hanya melihat potensi pergerakan harga, tetapi juga mempertimbangakn biaya transaksi yang menyertainya. 

Market forex beroperasi selama 24 jam sehari, lima hari dalam seminggu. Namun, bukan berarti setiap pasangan mata uang forex memiliki tingkat aktivitas yang sama sepanjang hari. GBP/USD misalnya, cenderung lebih aktif ketika sesi London dan New York saling tumpang tindih. Sementara itu, pair yang melibatkan AUD dan JPY dapat memiliki aktivitas yang lebih tinggi selama sesi Asia. Aktivitas trading yang lebih tinggi biasanya berkaitan dengan likuiditas yang lebih baik dan spread yang lebih konsisten. 

Selain itu, trader juga perlu memperhatikan berita ekonomi, karena setiap pasangan mata uang forex dapat beraksi terhadap berita tersebut. EUR/USD contohnya, dapat merespons keputusan suku bunga Federal Reserve dan European Central Bank (ECB), serta data ekonomi penting dari AS dan Zona Euro. Karena itu, sangat peting bagi trader untuk selalu update akan kalender ekonomi dan mengetahui kapan data penting akan rilis sebelum mengambil keputusan trading.

Karakterisitik Pasangan Mata Uang Mayor yang Populer

Untuk memahami karakteristik pasangan mata uang mayor, berikut adalah tiga pair yang umum diperdagangkan:

  1. EUR/USD (Pasangan Acuan) 

EUR/USD merupakan salah satu pasangan mata uang forex dengan likuiditas tinggi. Pasangan ini bereaksi cepat terhadap berita ECB dan The Fed, serta berbagai data ekonomi dari AS dan Zona Euro. Likuiditas yang tinggi umumnya membuat spread EUR/USD relatif rendah dalam kondisi market normal. 

  1. GBP/USD (Pasangan Agresif)

GBP/USD biasanya memiliki aktivitas yang tinggi ketika sesi London dan New York berlangsung bersamaan. Data ekonomi Inggris maupun AS dapat memicu pergerakan harga yang signifikan, Karena itu, trader perlu mempertimbangkan ukuran posisi dan penempatan Stop Loss sebelum menghadapi rilis data yang dapat berdampak tinggi. 

  1. USD/JPY (Barometer Risiko)

USD/JPY termasuk pasangan mata uang yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan perubahan yield obligasi. Perubahan arah kebijakan bank sentral atau ekspektasi terhadap suku bunga dapat mempengaruhi pergerakan pair ini secara signifikan. 

Pada umunya, semua pasangan mata uang akan bereaksi terhadap rilis data. Kunci utama yang paling penting untuk diperhatikan adalah untuk rutin memperhatikan kalender ekonomi, tetap update terhadap news besar yang akan rilis dan persiapkan trading plan yang baik sebelum memulai trading. 

Jenis pasangan mata uang forex yang terdiri dari pasangan mata uang mayor, minor, dan eksotis, beserta contoh serta perbedaan likuiditas dan spread forex.

Kesalahan Umum Pemula Saat Trading Pasangan Mata Uang Forex

Memahami jenis pasangan mata uang dan cara membaca harga forex merupakan langkah awal. Namun, trader juga perlu memahami beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika mulai trading. 

  1. Menganggap Trading Banyak Pair Berarti Diversifikasi 

Trading beberapa pair sekaligus belum tentu menghasilkan diversifikasi. Sebagai contoh, trader membuka posisi buy pada EUR/USD, GBP/USD, dan AUD/USD secara bersamaan. Ketiga posisi tersebut sama-sama memiliki eksposur terhadap dolar AS. Jika terjadi pergerakan besar terhadap USD akibat keputusan The Fed atau data ekonomi AS, ketiga posisi tersebut dapat berpengaruh secara bersamaan. Karena itu, trader perlu memperhatikan korelasi dan eksposur mata uang, bukan sekedar jumlah posisi yang dibuka. 

  1. Mengabaikan Perubahan pada Spread Forex Saat Berita Penting 

Banyak trader pemula hanya fokus pada harga yang tertera di chart tanpa memperhatikan perubahan spread forex. Ketika berita ekonomi penting dirilis, likuiditas dapat berubah dengan cepat. Spread yang sebelumnya rendah dapat melebar dan slippage dapat meningkat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan order dieksekusi pada harga yang berbeda dari perkiraan atau Stop Loss terpicu lebih cepat. 

  1. Menganggap Kondisi Akun Demo Sama dengan Akun Live 

Akun demo dapat digunakan untuk mempelajari dasar-dasar trading, termasuk cara membaca harga forex, menghitung pip, mengenali apa itu bid dan ask, serta berlatih menggunakan Stop Loss. Namun, kondisi trading pada akun live dapat melibatkan faktor tambahan seperti slippage dan aspek psikologis karena menggunakan dana asli. Ketika beralih ke akun live, sangat penting untuk memulai dari dana yang kecil terlebih dahulu dan mempertimbangkan risiko dengan lebih disiplin dan mengembangkan proses trading yang konsisten. 

Kesimpulan

Memahami pasangan mata uang forex merupakan salah satu dasar penting dalam trading forex. Setiap pair memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal likuiditas, volatilitas, sensitivitas terhadap berita, dan biaya transaksi.

Setelah memahami dasar-dasar tersebut, trader dapat mulai dengan beberapa langkah berikut:

  • Berlatih menggunakan akun demo. Dengan menggunakan akun demo, trader bisa mengamati bagaimana harga, spread, dan slippage berubah pada sesi trading dan kondisi market yang berbeda.
  • Fokus pada satu atau dua pair forex terlebih dahulu. Pelajari karakter pergerakan, faktor fundamental, dan respons pair terhadap news yang dirilis.
  • Evaluasi proses trading. Perhatikan apakah aturan entry, Stop Loss, dan manajemen risiko telah diterapkan secara konsisten.
  • Tingkatkan eksposur secara bertahap. Pertimbnagkan peningkatan ukuran posisi hanya setelah memiliki proses manajemen risiko yang lebih konsisten.

Trading forex tetap melibatkan risiko. Pemahaman terhadap pasangan mata uang forex, biaya transaksi, dan karakteristik market perlu disertai dengan manajemen risiko yang disiplin.